PALU. PIJARSULTENG.ID, – Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sekaligus MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag, menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu, sehingga tidak tepat jika seluruh beban pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu. Menurutnya, Islam memandang keluarga sebagai satu kesatuan yang memiliki amanah besar dalam mendidik dan membina anak, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT di akhirat kelak.

Ia menjelaskan bahwa meskipun dalam hadis, Rasulullah SAW (shallalahu alaihim wa sallam) disebutkan, “ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu”, hal tersebut menunjukkan besarnya penghormatan dan kedudukan seorang ibu. Yang mana ibu tiga kali disebut, kemudian ayah sekali. Bukan berarti mengurangi peran ayah dalam pengasuhan.
Kadang orang bercanda, “Nak! Kamu dengar tadi ceramah. Berapa kali ibu disebut? 3 kali, jawab anak. Kalau di rumah berapa ibu? Baru satu, jawab si anak,” ujar Prof Zainal yang diikuti tawa dari tamu yang hadir, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga dr Rosalia S Palinggi bersama anggota (Sakkirang dan Alprianto Tunggul) dan anggota Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Budiman Jaya.
Pada pertemuan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Jumat (29/5/2026), Prof. Zainal kembali menegaskan bahwa ayah tetap memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam mendidik, membimbing, melindungi, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan tokoh agama, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran strategis ayah dalam keluarga.
Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, dr. Rosalia Stefiani Palinggi, MKM, menyampaikan harapannya agar MUI Kota Palu dapat berkolaborasi dalam memberikan edukasi dan penguatan kepada masyarakat terkait pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
“Melalui audiensi ini, kami memohon kesediaan Pak Prof untuk menjadi narasumber sekaligus memberikan penguatan kepada masyarakat terkait Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Dukungan tokoh agama sangat penting untuk mendorong peran ayah yang lebih aktif dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak,” ujar dr. Rosalia.
Di akhir audiensi, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag menyampaikan bahwa peran ayah dan ibu dalam pengasuhan anak saling melengkapi dan tidak dapat dipertentangkan. Ia berharap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dapat menjadi penguat kesadaran masyarakat akan pentingnya kehadiran ayah dalam membentuk generasi yang berkualitas, berakhlak, dan berdaya saing. A.T








