PALU. PIJARSULTENG.ID, – Keberhasilan menjaga kesehatan ibu dan anak tidak hanya bergantung pada peran ibu, tetapi juga keterlibatan ayah sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Berangkat dari semangat tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Kick Off Kelas AMAN (Kelas Ayah Idaman) di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Amanah, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Rabu (1/7/2026).

Ketua Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Liana Dewi Taufiq, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Kelas AMAN merupakan wadah edukasi bagi ayah atau suami untuk memperkuat perannya dalam mendampingi kehamilan, persalinan, hingga keluarga berencana pascapersalinan (KBPP).
“Salah satu tantangan dalam pelayanan KB pascapersalinan adalah keputusan yang masih banyak dipengaruhi suami dan keluarga. Melalui Kelas AMAN, kami ingin memperkuat peran ayah agar mampu memberikan rasa aman, dukungan, dan mengambil keputusan bersama yang terbaik demi kesehatan ibu dan anak,” ujar Liana Dewi.
Pemilik TPMB Amanah, Bdn. Muntik Agustina, S.Tr.Keb., menyampaikan bahwa kick off ini diikuti oleh 10 ibu hamil yang hadir bersama suaminya. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Kelas AMAN yang akan diselenggarakan secara rutin setiap Sabtu pada minggu keempat setiap bulan di TPMB Amanah.
“Kami berharap Kelas AMAN menjadi ruang belajar bagi para ayah agar semakin siap mendampingi istri selama kehamilan, persalinan, hingga memilih metode KB yang sesuai dengan kondisi ibu dan rencana keluarga,” ungkap Bdn. Muntik.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjadi Ayah Idaman berarti menjadi teladan dalam sikap maupun tindakan.
“Ayah perlu memahami kondisi kesehatan istri, mengetahui pilihan kontrasepsi pascapersalinan yang aman dan sesuai dengan rencana keluarga, serta terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. Kehadiran dan dukungan ayah bukan hanya menjaga kesehatan ibu, tetapi juga menjadi investasi penting bagi tumbuh kembang anak,” tegas Nuryamin.
Melalui penyampaian materi yang interaktif, peserta diajak memahami pentingnya dukungan emosional, pendampingan selama kehamilan dan persalinan, serta keterlibatan ayah dalam memilih metode KB. Diharapkan, semakin banyak ayah yang berperan aktif sebagai pendamping, pelindung, dan mitra bagi istri dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. – NN








