PALU. PIJARSULTENG.ID, – Tidak diikutsertakannya delapan atlet tenis meja Kota Palu dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) yang jadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Kabupaten Morowali menuai kekecewaan.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Perkumpulan Tenis Meja se-Kota Palu menggelar pertemuan bersama sejumlah pengurus dan atlet terkait, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan itu menghasilkan dua tuntutan utama kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pengurus Tenis Meja Kota Palu, yakni meminta penjelasan transparan terkait tidak diikutsertakannya delapan atlet tersebut serta meminta rekomendasi resmi apabila mereka tetap tidak diberi kesempatan membela Kota Palu.
Koordinator perkumpulan, Siti Djulaiha, S.Sos., M.Si., menyayangkan keputusan tersebut. Menurutnya, para atlet telah dipersiapkan dengan baik dan memiliki kemampuan mumpuni, bahkan kerap meraih juara dalam berbagai kejuaraan tenis meja tingkat lokal maupun nasional.
Ia menilai, tidak diberikannya kesempatan bertanding dapat menghambat perkembangan bakat atlet sekaligus berdampak pada psikologis mereka.
“Tidak ada alasan mendasar yang bisa diterima ketika keinginan atlet untuk tampil membawa nama Kota Palu dianggap tidak sesuai mekanisme, seperti harus melalui Pekan Olahraga Kota (PORKOT),” jelas Siti.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KONI dan PTMSI Kota Palu agar persoalan tersebut segera mendapat penyelesaian. Jika para atlet tetap tidak diikutsertakan, pihaknya meminta rekomendasi atau surat resmi pelepasan agar mereka dapat mewakili kabupaten lain pada PORPROV mendatang.
Senada, Ketua Klub Tenis Meja Lambangan, Hi. Rusli, menilai persoalan ini berpotensi menghambat pembinaan dan regenerasi atlet berprestasi.
Ia menyebut, kesempatan bertanding penting untuk mendukung perkembangan atlet yang berpotensi mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KONI dan meminta jalur mediasi agar pengurus mempertimbangkan kembali keikutsertaan para atlet.
Sepengetahuan kami, tidak ada pelanggaran administrasi, batas usia, maupun regulasi,” ujarnya.
Sementara itu, atlet Mulham meminta PTMSI Kota Palu segera memberikan respons dan menjelaskan kendala yang dihadapi.
Ia berharap persoalan tersebut tidak menghambat perkembangan atlet, terlebih tenis meja Palu telah menorehkan prestasi hingga lolos ke kejuaraan ASEAN 2026.
Para atlet dan pengurus berharap mediasi segera dilakukan agar persoalan ini memperoleh solusi yang adil dan transparan. YUN








