PARIMO. PIJARSULTENG.ID, – disela-sela kegiatan pengukuhan dan pelantikan pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong ( Parimo) di halaman Kantor Camat Mepanga pada Kamis (5/11/2026).
terselip momen yang begitu berarti bagi masyarakat setempat, penyerahan seragam sekolah gratis bagi para siswa.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong, unsur TNI/Polri, Asisten, Staf Ahli, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta sejumlah Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Camat serta sejumlah Kepala Sekolah.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, hadir langsung di tengah warga dan menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah untuk anak-anak di daerah ini.
“Tahun lalu kita sudah berikan untuk yang pertama, dan berjalan dengan baik. Alhamdulillah. Tahun ini kita tambahkan untuk Madrasah Tsanawiyah. Insya Allah tahun depan kita perluas lagi ke Madrasah Ibtidaiyah,” ujar Bupati dengan senyum ramah.
Program ini sejajar dengan upaya pemerintah kabupaten dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Dulu, Parigi Moutong sempat mencatat angka ATS tertinggi di Sulawesi Tengah, terutama di kecamatan Mepanga, Palasa, Tomini, hingga Tinombo dan Tinombo Selatan. Namun tak butuh waktu lama untuk mengubahnya.
“Belum sampai satu tahun, sebanyak 2.000 anak yang tadinya putus sekolah kini kembali belajar. Itu rekor terbaik kita,” ungkap Bupati.
Namun perjalanan belum selesai. Masih ada anak-anak di desa-desa terpencil yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk sampai ke sekolah dan di situlah letak tantangan terbesar. Banyak yang terpaksa berhenti sekolah karena akses yang sulit.
Kabar baiknya, Bupati sudah mendapat persetujuan dari Menteri Pendidikan untuk membangun sekolah terpadu satu atap dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi, khusus di daerah-daerah terpencil.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi agar tidak ada lagi anak yang berhenti belajar hanya karena jauhnya jarak ke sekolah.
“Semua anak Parigi Moutong harus bersekolah. Jangan sampai ada yang putus di tengah jalan. Itu janji kita bersama,” tegas Bupati.
Sebuah harapan sederhana namun besar, agar setiap anak di sudut-sudut desa Parigi Moutong bisa bermimpi dan meraih masa depan, tanpa harus terhalang jarak maupun biaya.***








