PARIMO, PIJARSULTENG.ID, – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, (Sulteng) Nuzul Rahmat R., S.H., M.H., menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui Program Jaksa Mandiri Pangan yang dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Parimo) dan berbagai unsur terkait.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung yang digelar pada Kamis, (12 /2/2026), di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo
Dalam sambutannya, Nuzul Rahmat menyampaikan bahwa konsep Desa Mandiri Pangan merupakan desa yang masyarakatnya memiliki kemampuan membangun ketahanan pangan dan gizi secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Menurutnya, konsep ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong kemandirian, peningkatan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Ia menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia melalui Program Jaksa Mandiri Pangan hadir sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program tersebut sekaligus mendukung visi pembangunan menuju swasembada pangan, serta menegaskan bahwa peran Kejaksaan tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai institusi negara yang humanis, solutif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan penanaman jagung ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, dengan dukungan Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, perangkat daerah terkait, penyuluh pertanian, serta kelompok tani Desa Lobu Mandiri.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan kemandirian pangan memerlukan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan.
Kajati berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu musim tanam, tetapi berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ekonomi lokal, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian warga, sehingga berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Nuzul Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, jajaran Kejari Parigi Moutong, Forkopimda, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Tengah Mila Rahmat, Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong Purnama, S.H., M.H., beserta jajaran, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekretaris Daerah Zulfinasran, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Parigi Moutong, camat, kepala desa, insan pers, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelaksanaan pasar murah hasil kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Kajati menyampaikan harapan agar seluruh upaya mewujudkan Desa Mandiri Pangan senantiasa mendapat ridha Allah SWT dan membawa keberkahan bagi masyarakat serta memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Sedikit pantun dari kepala kajati sulteng “Ke Parigi Barat menanam jagung di ladang desa; Dirawat bersama dengan penuh rasa; Ketahanan pangan kita jaga bersama, Demi masa depan bangsa Indonesia,” tutupnya.***






