PALU, PIJARSULTENG.ID, – Penyaluran program Beasiswa Berani Cerdas bagi mahasiswa di Universitas Tadulako (Untad) dilakukan secara ketat dan terukur.
Pihak kampus menerapkan proses verifikasi yang cermat guna memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran, sekaligus mencegah adanya penerima ganda maupun mahasiswa yang sudah tidak aktif.
Langkah ini diambil agar penyaluran beasiswa dapat berjalan optimal, transparan, dan merata bagi seluruh mahasiswa yang berhak.
Usai perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di pelataran kantor gubernur, awak media menemui Rektor Untad, Amar, untuk mengonfirmasi perkembangan penyaluran program tersebut.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa program Beasiswa Berani Cerdas telah disalurkan dengan total anggaran mencapai Rp37 miliar.
“Program beasiswa berani cerdas sudah disalurkan kepada mahasiswa dengan total anggaran sebesar 37 miliar,” ujar Prof. Amar pada 13 April 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dana beasiswa telah disalurkan oleh pemerintah daerah kepada pihak kampus sejak 30 Januari 2026. Sejak saat itu, Untad langsung menindaklanjuti dengan mendistribusikan bantuan kepada 10.678 mahasiswa aktif yang terdaftar pada semester genap.
Meski demikian, terdapat sejumlah mahasiswa yang mengalami keterlambatan pencairan.
Hal ini disebabkan oleh proses perbaikan berkas yang harus melalui tahapan verifikasi ulang oleh pihak kampus. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Untad memberikan tenggang waktu selama dua minggu, hingga 13 April 2026.
“Kami memberikan waktu perbaikan berkas sampai 13 April. Setelah itu kami tutup agar data penyaluran tetap rapi dan tidak menimbulkan temuan dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Langkah pengetatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi penerima ganda serta memastikan bahwa seluruh penerima merupakan mahasiswa aktif yang masih menjalani proses perkuliahan.
Kedepan, pihak kampus akan kembali melakukan verifikasi data calon penerima Beasiswa Berani Cerdas, khususnya bagi mahasiswa baru. Diperkirakan jumlah mahasiswa baru Untad tahun ini berkisar antara 6.000 hingga 7.000 orang, yang juga akan menjadi bagian dari sasaran program tersebut.
Prof. Amar menambahkan, mekanisme penyaluran saat ini sudah lebih baik karena melibatkan lembaga resmi, sehingga data calon penerima lebih valid dibandingkan sebelumnya yang disalurkan langsung ke mahasiswa.
“Dengan sistem yang sekarang, data penerima sudah terverifikasi dengan baik sehingga penyaluran bisa lebih akurat dan tepat sasaran,” tutupnya.YUN








