PALU. PIJARSULTENG. ID- Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulteng akan berkolaborasi memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kelurahan Ujuna, Kota Palu.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 26 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak dan terencana.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, menyampaikan apresiasi atas kesediaan OJK untuk bekerja sama dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. “Terima kasih pak, sudah mau kerjasama literasi keuangan di Kampung KB, ucapnya saat lakukan Audience ke OJK. Jum’at (12/06/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Nuryamin juga berbagi pengalaman tentang bagaimana orang tuanya menanamkan budaya menabung sejak dahulu melalui cara-cara sederhana.
“Orang tua saya, tiap hari menabung. Teknik penyimpanan uangnya disimpan dikaleng, kalau untungnya sedikit beliau ambil 50 ribu digabung kemudian diikat menggunakan karet, kalau untungnya besar dia ambil 100 ribu. Uang yg dikumpul tadi, diakhir tahun dia belanja untuk kebutuhan, misalnya belikan meja atau yg lain untuk usahanya. Meskipun tidak lewat perbankan, dia gunakan cara tradisional” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menyampaikan kesiapan OJK untuk mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan edukasi tersebut.
“Itu memang menjadi tugas kami untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Bonny juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini sebagai fondasi pengelolaan keuangan keluarga.
“Masalah keuangan keluarga sebenarnya dimulai dari hal-hal yang paling dasar, seperti mengajarkan anak untuk menabung. Bahkan bagi orang dewasa, terutama saya sendiri, hal itu tidak selalu mudah, sehingga kebiasaan tersebut harus ditanamkan dan dibiasakan sejak kecil,” tambahnya.
Nuryamin juga menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah memiliki jaringan sumber daya yang cukup besar hingga tingkat lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program edukasi kepada masyarakat.
“Kami memiliki sekitar 500 Penyuluh KB (PKB) yang bertugas di lapangan, serta 2.499 kader yang selama ini kami berdayakan untuk menjalankan berbagai program. Jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program baru yang akan dikerjasamakan, termasuk kegiatan literasi keuangan,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Nuryamin menawarkan pelaksanaan kegiatan secara daring maupun hybrid agar lebih banyak peserta dapat terlibat tanpa terkendala jarak.
“Nanti kami bisa memfasilitasi pertemuan secara daring, kemudian pada tahap berikutnya dapat dilaksanakan secara hybrid sehingga materi literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak peserta di berbagai daerah,” tambahnya.
Menanggapi usulan tersebut, Bonny Hardi Putra menyambut baik peluang kolaborasi yang lebih luas antara OJK dan BKKBN. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan dapat dimulai dari para penyuluh dan kader sebagai agen edukasi di masyarakat.
“Boleh itu, Pak. Minimal literasi keuangan diberikan terlebih dahulu kepada para penyuluh, kader, dan keluarganya. Setelah itu, kita bisa mengembangkan kegiatan melalui Training of Trainers (TOT) agar mereka dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat,” ujar Bonny.***









