PARIMO. PIJARSULTENG.ID, – Bupati Parigi Moutong, (Parimo) H. Erwin Burase, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 18 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil seleksi terbuka di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parimo.

Pelantikan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (15/10/2026). Satu jabatan, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sementara belum dilantik dan ditunda terlebih dahulu menunggu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang dijadwalkan dibacakan pada 17 November 2026.
Turut hadir pada kegiatan itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Unsur Forkopimda, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, beserta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati H. Erwin Burase mengucapkan selamat dan sukses kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Beliau mengingatkan bahwa kenaikan jabatan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang dipikul baik di dunia maupun di akhirat.
“Semakin tinggi jabatan yang kita terima, tentu semakin besar tanggung jawab yang diemban. Bapak-Ibu berada di pucuk pimpinan tertinggi Organisasi Perangkat Daerah masing-masing, maka tugas ke depan tentu tidak ringan,” ujar Bupati Erwin Burase.
Seluruh pejabat telah menandatangani pakta integritas, salah satu isinya menyatakan kesediaan diturunkan dari jabatan apabila tidak berkinerja baik atau melanggar ketentuan. Bupati menegaskan pelantikan itu bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memaksimalkan kinerja Pemerintah Daerah demi mewujudkan visi “Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan” melalui program Gerakan Membangun Desa.
Dalam waktu dekat, seluruh pimpinan OPD diminta menyiapkan rencana kerja dan mempresentasikannya kepada Bupati sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan.
Bupati juga memerintahkan Sekretaris Daerah untuk segera menerapkan manajemen talenta secara konsisten. Setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi kinerja, dan eselon II yang dinilai tidak berkinerja baik atau melanggar pakta integritas dapat ditempatkan dalam status non-job tanpa ragu.
“Saya tidak meminta apa-apa selain kerja kalian. Jabatan ini tidak abadi. Saya akan terus mengawasi dan memperhatikan kinerja Bapak-Ibu sekalian. Jangan kaget jika tiba-tiba ada pergeseran, itu semata-mata demi efektivitas pembangunan,” tegasnya.
Mengenai keterlambatan pelantikan dan belum dilantiknya satu jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan, Bupati menjelaskan bahwa proses seleksi saat ini sedang digugat di PTUN. Gugatan juga sempat masuk ke Ombudsman dan BKN, dan Pansel telah dinyatakan benar dalam kedua proses tersebut. Saat ini perkara berada pada tahap pembuktian dengan putusan yang akan dibacakan pada 17 November 2026.
“Kita tidak ingin menzalimi siapapun. Meskipun proses hukum belum menghambat pelantikan lain, satu jabatan terkait sengketa kita tunda dulu. Apapun keputusan pengadilan, itulah yang akan kita laksanakan,” ungkap Bupati.
Terbatasnya peluang peserta dari luar Sulawesi Tengah juga dijelaskan Bupati, aturan mengizinkan pembatasan lingkup seleksi se-Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pertimbangan memberikan kesempatan terbaik bagi putra-putri asli daerah untuk berkontribusi membangun kampung halamannya sendiri. Posisi ini juga telah dibenarkan oleh Ombudsman dan BKN.
Bupati mendorong seluruh kepala OPD untuk tidak bersikap pasif. Di tengah efisiensi anggaran, justru peluang pendanaan dari pemerintah pusat melalui program Asta Cita cukup besar. Bupati memberi apresiasi kepada instansi yang telah proaktif, seperti Dinas Pendidikan yang berhasil menambah 97 sekolah baru, serta Dinas Kelautan dan Perikanan yang memastikan tambahan 13 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
“Jangan menunggu bola. Cari peluang, jalin kerja sama dengan kementerian, bawa program ke Parigi Moutong agar dirasakan langsung oleh masyarakat kita, terutama yang ekonominya masih tertinggal,” pesannya.
Berdasarkan Keputusan Bupati Parigi Moutong Nomor 800.1.3.3/504/BKPSDM tanggal 14 Oktober 2026, berikut daftar 18 pejabat yang dilantik:
1). Muhammad Idrus, S.PI., M.AP. Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah
2). Agus Salim, S.Sos. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
3). Dr. Krisdayadi Ponco Nugroho, S.STP., M.Si. Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat
4). Ir. Idamsya, S.T., M.M. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
5). Rifai, S.T., M.Si. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
6). Hairudin, S.Sos., M.I.Kom. Kepala Dinas P3AP2KB
7). Sunarti, S.Pd., M.Si. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
8). Astar Batu Rangka, S.K.M., M.K.M. Direktur RSUD Anuntaloko Parigi
9). Mohamad Aflianto Hamsa, S.T., M.M. Kepala Dinas PUPRP
10). Riana Manuarfa, S.Sos., M.Si. Kepala Badan Kesbangpol
11). I Wayan Gede Purna, S.Pt., M.Si. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
12). Ismet, S.E., M.Si. Kepala Satpol PP dan Damkar
13). Aktorismokai, S.AP., M.AP. Kepala BKPSDM
14). Erfian Aksayosa, S.STP., M.Si. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
15). Dadan Pratnajaya, S.Hut. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan
16). Wahyudin A. Takuloe, S.Sos., M.AP. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
17). Darlin, S.KM., M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan
18). Tulus Tri Muyani, S.H. Kepala DPMPTSP
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Seleksi (Pansel) dan jajaran BKPSDM yang telah bekerja keras menyelesaikan proses seleksi terbuka ini. Semoga seluruh pejabat yang baru dilantik dapat bekerja secara optimal, jujur, dan bertanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Parigi Moutong.***












