PALU. PIJARSULTENG.ID– Sebanyak 129.637 keluarga di Sulawesi Tengah tercatat sebagai keluarga berisiko stunting berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025. Di Sulawesi Tengah tercatat 820.596 keluarga dengan 430.745 pasangan usia subur (PUS) atau sekitar 52,49 persen dari total keluarga.

Dari jumlah keluarga berisiko stunting yang ada, 51.171 keluarga berada pada kelompok ekonomi desil 1, 2 dan 3.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng),Reny A. Lamadjido dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026, menegaskan prevalensi stunting di Sulawesi Tengah yang masih berada di angka 24 persen menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Reny juga mendorong keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
“Kita akan sepakati masing-masing kepala OPD ada satu gentingnya supaya bisa melakukan intervensi,” katanya, Kamis (12/3/2026) di Hotel Grand The Sya Palu.
Reny juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam memastikan program MBG 3B benar-benar menjangkau masyarakat sasaran.
“Saya minta jika ada sasaran yang tidak datang mohon dikunjungi. Kadang masyarakat tidak datang karena merasa bosan dengan menu yang diberikan, padahal komposisi gizinya sudah diatur. Ada juga tidak mau anaknya tidak dibawa ke posyandu,” ujarnya.
Mantan Wakil Walikota Palu 2021-2024 ini juga menyoroti masih tingginya angka putus pakai kontrasepsi yang mencapai 25,10 persen, sehingga tingkat penggunaan kontrasepsi modern baru mencapai 58 persen.
“kita harapkan bapak-bapak mau Vasektomi, jangan ibu terus dipaksa paksa,” tambahnya.
bahkan Ia juga mengaku kerap memantau langsung kondisi pelayanan di lapangan, termasuk kegiatan posyandu, untuk memastikan intervensi stunting berjalan efektif.
“Saya itu gila urusan, Kalau turun ke daerah, selalu singgah di dua atau tiga posyandu untuk melihat langsung bagaimana pelayanan dan kondisi anak-anak di sana,” pungkasnya. Penulis: Lanny Yolistina Lameanda,Editor: Sakkirang












