PALU.PIJARSULTENG.ID— Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, kembali melontarkan pesan tegas kepada seluruh aparatur nya agar tidak kehilangan kepekaan sosial di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat memimpin apel akbar yang melibatkan seluruh pejabat, staf, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (19/10/2026).
Apel akbar yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah itu dihadiri hingga ribuan peserta yang menyemut area halaman kantor gubernur.
Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan sejumlah hal yang menjadi perhatian dan kegelisahannya sebagai kepala daerah. Ia menegaskan bahwa setiap ASN harus benar-benar memahami hakikat tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan.
Menurutnya, status sebagai aparatur pemerintah harus diiringi dengan kesadaran bahwa kehadiran ASN merupakan bagian dari upaya negara memberikan pelayanan dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Namun, lebih dari sekadar menjalankan tugas administratif, Anwar Hafid menekankan pentingnya membangun empati dan menjaga perasaan masyarakat, terutama mereka yang saat ini tengah berjuang menghadapi kesulitan hidup.
“Jangan kita tidak punya perasaan, mempertontonkan kepada rakyat, terutama yang lagi ngopi-ngopi di warkop-warkop,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa ASN perlu menjaga sikap, perilaku, dan kepantasan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kondisi masyarakat yang tidak semuanya berada dalam keadaan berkecukupan, aparatur pemerintah dituntut menunjukkan kepekaan dan keteladanan.
Gubernur yang berasal dari Desa Wosu tersebut mengingatkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap pemerintah. Karena itu, setiap tindakan dan perilaku aparatur dapat menjadi perhatian publik sekaligus mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Bagi Anwar Hafid, menjadi ASN bukan semata-mata soal jabatan, kedudukan, maupun kepastian penghasilan. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab moral untuk memahami kondisi rakyat dan memastikan pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya.
Melalui apel akbar tersebut, Gubernur Sulteng dalam
Apel yang juga dihari Wagub dr Reny A Lamadjido, Sekprov Sulteng Dr Novalina seeta para Kepala OPD. Dilingkup Pemprov Sulteng, kembali menegaskan pentingnya membangun aparatur yang tidak hanya disiplin dan profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kesederhanaan, serta rasa tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat.
Pesan tegas itu sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.***











