PARIMO. PIJARSULTENG.ID, – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) TONAKODI melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parimo), Senin (3/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala KLejaksaan Negeri Parimo tersebut menjadi ajang mempererat sinergi sekaligus membahas komitmen bersama dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan di Kabupaten Parigi Moutong.
Direktur LBH TONAKODI, Advokat dan Penasihat Hukum Firmansyah C. Rasyid, S.H., didampingi dua staf khususnya, Yuyun dan Anjasman. Turut hadir pula dua warga Parigi Moutong, Usman dan Muzakir, yang menyampaikan harapan agar memperoleh keadilan atas perkara dugaan penyerobotan lahan yang mereka alami.

Rombongan LBH TONAKODI diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Parimo, Dian Herdiman, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut, Kajari didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Ricardo, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Deny, S.H., M.H.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, Firmansyah C. Rasyid menyampaikan apresiasi atas kinerja Kejaksaan Negeri Parimo dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
“LBH TONAKODI mengapresiasi langkah-langkah Kejari Parimo dalam menegakkan supremasi hukum.
Kami juga berharap berbagai dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian masyarakat dapat diusut secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Firmansyah.
Selain memberikan apresiasi, LBH TONAKODI juga menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui pengawasan dan penyampaian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Parimo, Dian Herdiman, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan LBH TONAKODI terhadap upaya penegakan hukum di wilayahnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dan lembaga bantuan hukum sangat penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kajari Parimo bahkan mengajak LBH TONAKODI untuk terus berperan aktif mengawal proses penegakan hukum.
Ia meminta agar setiap informasi mengenai adanya indikasi atau dugaan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara segera disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Parimo agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Kejaksaan Negeri Parimo dan LBH TONAKODI dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di Kabupaten Parigi Moutong.***








