Morning Duty Challenge, Kemendukbangga Uji Kehadiran Ayah

iklan

PALU.PIJARSULTENG.ID,- Tangan-tangan yang biasanya sibuk bekerja, pagi itu sibuk dengan hal lain memasukkan tangan anak ke lengan baju, merapikan kerah seragam, hingga memasangkan sepatu. Beberapa ayah tampak canggung.

Ada yang terburu-buru, ada yang tertawa ketika sepatu anak sulit dipasang. Adegan itu terjadi dalam Morning Duty Challenge, salah satu rangkaian Gerakan Ayah Teladan Indonesia Sulawesi Tengah dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-33 yang bertema Ayah Wajib Hadir di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis (25/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para ayah dari komunitasi lingkar ayah sulteng dan GATI sulteng berlomba menyiapkan anak berangkat sekolah, mulai dari mengenakan seragam hingga memakai sepatu. Perlombaan itu bukan sekadar adu cepat. Ia menjadi simbol tentang peran ayah yang selama ini sering dipersempit sebagai pencari nafkah. Padahal, bagi anak, kehadiran ayah dalam rutinitas kecil justru dapat menjadi pengalaman besar yang membentuk rasa aman dan percaya diri.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengatakan perubahan peran ayah dalam keluarga perlu terus didorong.

“Memang dulu kita tahu ayah ini kurang sekali perannya. Kita ibu-ibu sudah hamil, menyusui, bangun malam. Tapi alhamdulillah ada ini, gerakan ayah di Sulawesi Tengah. Seharusnya yang antar anak ke sekolah bapak-bapaknya,” ujar Reny.

Menurut Reny, pengasuhan bukan pekerjaan satu pihak. Ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun karakter anak.

“Kalau anak dekat dengan ayah, dia akan lebih percaya diri. Kehadiran bapak secara aktif berdampak pada perkembangan intelektual anak,” katanya.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia mencoba menggeser cara pandang lama bahwa mengasuh anak adalah wilayah ibu. Mengantar sekolah, membantu menyiapkan kebutuhan anak, mendengarkan cerita, hingga menemani aktivitas sehari-hari merupakan bentuk kehadiran yang tidak dapat digantikan. Reny juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam menjaga tumbuh kembang anak, termasuk kesehatan mentalnya.

“Kalau anak ada masalah di sekolah, jangan langsung saling menyalahkan. Ini tugas kita semua. Orang tua dan guru harus bergandengan tangan memberikan motivasi kepada anak,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin mengatakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan keluarga. Melalui gerakan ini, ayah didorong untuk tidak hanya hadir secara fisik di rumah, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak. _Lannyolla_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *