JAKARTA. PIJARSULTENG. ID, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai proyeksi pertumbuhan piutang multifinance sebesar 6–8 persen pada 2026 realistis.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menyebutkan, segmen pembiayaan modal kerja akan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk pengadaan barang/jasa dan ekspansi usaha.
“Proyeksi pertumbuhan 6–8 persen realistis jika perusahaan mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah prospektif. Perusahaan juga harus menjaga kualitas aset dan manajemen risiko,” kata Agusman dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (6/3/2026).
Agusman memaparkan, pada Januari 2026 industri multifinance menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp78,16 triliun. Pembiayaan multiguna mendominasi dengan porsi 47,47 persen atau Rp37,10 triliun. Investasi tercatat Rp18,72 triliun, dan modal kerja Rp17,04 triliun.
Pembiayaan kendaraan listrik tumbuh pesat. Pada Januari 2026, nilainya meningkat 39,13 persen yoy menjadi Rp21,05 triliun.
Peningkatan ini terjadi karena penjualan kendaraan listrik meningkat. OJK memproyeksikan pembiayaan kendaraan listrik tetap tumbuh positif sepanjang 2026 seiring tren elektrifikasi.
Selama 2022–2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat tumbuh rata-rata 6,80 persen yoy. Per Januari 2026, total pembiayaan roda empat mencapai Rp229,43 triliun. Kendaraan roda empat bekas menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, rata-rata 12,75 persen yoy.
“Perusahaan dapat memanfaatkan kedua segmen ini dengan memperluas jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan,” ungkap Agusman.***










