Pemkab Parimo Gelar Gerakan Pangan Murah di Sebelas Titik Melalui Dinas Ketahanan Pangan

iklan

PARIMO, PIJARSULTENG.ID, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 titik , tersebar di beberapa kecamatan.


‎
‎GPM ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan suci ramadhan 1447 H/ 2026.
‎
‎Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana saat ditemui sejumlah awak media, Rabu 18 Februari 2026.
‎
‎Ia menjelaskan, gerakan pangan murah sudah menyebar di 11 titik Wilayah Parimo, yaitu Kecamatan Parigi Utara, Toribulu, Parigi Barat, Mepanga, Ongka Malino, Tomini, Tinombo, Sidoan dan Kecamatan Parigi.
‎
‎Ia juga menuturkan, dari 11 titik GPM yang dilakukan pihaknya, menyesuaikan dengan jumlah kebutuhan subsidi yang diberikan pemerintah daerah.
‎
‎Bahkan, kata ia, kebutuhan bahan pokok yang dipasarkan melalui GPM telah mendapatkan subsidi di bawah harga jual pasar.
‎
‎Lanjut ia, hadirnya GPM yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan mendapatkan antusias dari masyarakat.
‎
‎”Salah satu contoh kegiatan GPM yang dilakukan di halaman Kantor Ketahanan Pangan yang dimulai sejak pukul 7.30-10.51 WITA. Daya beli masyarakat terus meningkat, tetapi stok bahan pokok terbatas,” sebutnya.
‎
‎Sofiana juga menyebutkan, untuk jenis komoditi yang dipasarkan pada 11 titik, wilayah Parimo terdiri dari, beras medium jenis SPHP sebanyak 5 ton, harga jual per 5 kilogram Rp55.000.

‎Kemudian, gula pasir 5 ton, Minyakita 400 dus, bawang merah 500 kg, bawang putih 500 kg dan telur 750 rak.
‎
‎Ia menambahkan, tahun ini jumlah bahan pokok yang dipasarkan pada Gerakan Pangan Murah jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
‎
‎”Mengingat terdapat efisiensi, sehingga subsidi anggaran yang diberikan kepada dinas terkait sangat terbatas dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” terangnya.
‎
‎Sofiana menegaskan, GPM yang dilakukan saat ini, merupakan hari terakhir yang sudah dilakukan pada 11 titik.
‎
‎”Mungkin kegiatan serupa akan dilakukan sebelum mendekati harian raya idul fitri, yang mencakup di beberapa kecamatan atau desa yang belum tersentuh Gerakan Pangan Murah,” pungkasnya***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *