PALU. PIJARSULTENG.ID,- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebersamaan yang sarat makna.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus menerjemahkan nilai-nilai program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah, BERANI (Berdaya, Ekonomis, Rasional, Adil, Nasionalis, Inovatif), khususnya dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi berbagi hasil pertanian kepada masyarakat. Pada Minggu pagi (16/08/2026), jajaran Dinas Pangan Sulteng hadir di kegiatan Car Free Day di kawasan pusat Kota Palu dengan membagikan ratusan kilogram tomat secara gratis kepada warga.
Tomat yang dibagikan merupakan bagian dari hasil pertanian yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau dapat diakses masyarakat.
Semangat kebersamaan kemudian berlanjut pada Selasa (18/08/2026) melalui Lomba Masak Nasi Goreng yang melibatkan keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pangan Sulteng.
Uniknya, seluruh peserta yang turun langsung ke dapur merupakan pegawai laki-laki. Mereka dibagi berdasarkan unit kerja, yakni Sekretariat, Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, serta Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan.
Kepala Dinas Pangan Sulteng, Dr. Rohani Mastura, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan atau hiburan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan sederhana itu memiliki tujuan untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan sinergi antarkomponen di lingkungan Dinas Pangan.
“Melalui lomba sederhana ini, kami ingin menumbuhkan semangat kolaborasi. Karena membangun ketahanan pangan yang kuat tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kerja sama dari seluruh elemen, mulai dari perencanaan, ketersediaan, distribusi, hingga penganekaragaman konsumsi,” ujar Rohani didampingi jajaran pejabat struktural, Selasa (18/08/2026).
Ia menilai semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan tantangan pembangunan ketahanan pangan di Sulawesi Tengah. Setiap bidang memiliki peran yang saling berkaitan, sehingga diperlukan koordinasi dan kebersamaan untuk memastikan sistem pangan berjalan secara berkelanjutan.
Yang menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penegasan mengenai kemandirian dan transparansi. Rohani menyampaikan bahwa aksi pembagian tomat maupun lomba memasak nasi goreng merupakan inisiatif internal keluarga besar Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Perlu kami sampaikan secara terbuka bahwa kegiatan berbagi tomat gratis maupun lomba masak nasi goreng ini murni 100 persen inisiatif bersama dari keluarga besar Dinas Pangan Provinsi Sulteng. Seluruh biaya yang dikeluarkan berasal dari dana pribadi para pegawai, bukan satu rupiah pun diambil dari keuangan negara atau anggaran daerah,” tegasnya.
Menurut Rohani, sikap tersebut merupakan salah satu bentuk nyata semangat BERANI, yakni membangun kemandirian, kepedulian, dan kebersamaan tanpa membebani masyarakat maupun keuangan negara untuk kegiatan yang dapat dilaksanakan secara gotong royong.
Rangkaian kegiatan itu juga dinilai memiliki keterkaitan dengan visi pembangunan ketahanan pangan Sulawesi Tengah. Penganekaragaman pangan menjadi salah satu aspek penting, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat.
Dalam konteks tersebut, nasi goreng menjadi contoh makanan sederhana yang dapat dikreasikan dengan beragam bahan pangan.
Selain itu, pembagian hasil pertanian secara langsung kepada masyarakat menjadi gambaran pentingnya distribusi pangan yang merata.
Produk pertanian daerah seperti tomat diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas***











