JAKARTA. PIJARSULTENG. ID– Membangun hubungan kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan menjadi salah satu komitmen Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam memperkuat sinergitas antarlembaga di daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Capacity Building Keprotokolan, Kehumasan, Aparat Penegak Hukum, dan Media di Jakarta, 30–31 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Pullman Thamrin ini, diikuti oleh para. Seluruh protokol dan kehumasan serya penegak hukum se Sulteng ini, menjadi bukti perhatian dan kepedulian Kepala Perwakilan BI Sulteng terhadap pentingnya membangun komunikasi yang harmonis, memperkuat jejaring kerja sama, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lintas instansi.

Melalui kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Sulteng melaluii kepala Deputinya yang terkenal sangat humanis ini mengatakan, , mendorong terciptanya hubungan yang semakin solid antara unsur protokol, humas, aparat penegak hukum, dan media sebagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan dan pembangunan daerah.
Dalam sambutan disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki tersebit, ditegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi ruang membangun kedekatan dan memperkuat komunikasi antarlembaga.
Sinergitas, menurutnya, merupakan kekuatan penting dalam menciptakan koordinasi yang efektif serta mendukung berbagai agenda pembangunan di Sulawesi Tengah.
Sejumlah materi strategis disajikan selama kegiatan berlangsung, mulai dari Kehumasan di Era Digital dan Artificial Intelligence (AI), Aturan Keprotokolan Pemerintah Daerah, hingga edukasi Perlindungan Konsumen serta Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, peserta juga diajak mengunjungi Museum Bank Indonesia untuk mengenal lebih dekat sejarah perjalanan dan kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Langkah yang diinisiasi Kepala Perwakilan BI Sulteng ini memperlihatkan bahwa membangun kemajuan daerah membutuhkan lebih dari sekadar koordinasi formal. Diperlukan kepercayaan, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi yang dibangun secara berkesinambungan.
Melalui pendekatan tersebut, Bank Indonesia Sulawesi Tengah terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan Sulawesi Tengah yang semakin maju.NEL












