DONGGALA. PIJARSULTENG.ID, – Durian memang merupakan salah satu komoditas buah paling menjanjikan di Kabupaten Donggala yang tersebar di Wilayah seperti Banawa, Sindue, dan Sirenja dikenal sebagai sentra produksi utama yang memasok kebutuhan lokal hingga pasar nasional.

Hal itu diutarakan, Vera Elena Laruni Bupati Donggala saat berkunjung di kebun durian milik dua petani lokal Wawan Ragil dan Edi, yang berada di Desa Ape Maliko Kecamatan Sindue Tobata kabupaten Donggala, Minggu (22/6/2026)
Mereka telah berhasil mengembangkan sekitar 700 pohon durian Musang King dan Black Thorn di lahan seluas tujuh hektare.
Vera saat dimintai keterangannya dihadapan warga dan insan pers memberikan penjelasan jika di daerah ini Potensi dan unggulan Durian Donggala kualitas Premium seperti variditas Durian Musang King dan Black Thorm yang dikenal dengan daging buah yang tebal, tekstur lembut, serta perpaduan rasa manis legit dengan sedikit sentuhan pahit yang sangat digemari.

” Di Negara Malaysia itu buah durian Musang kingnya biasanya hanya 1,5 kilogram disini malahan beratnya sampai 6 kilogram, dianggap tanah di daerah ini cocok sehingga mendukung gerakan pengembangan agrowisata durian jenis ini, ” jelas Vera didampingi pemilik lahan Wawan dan Edi.
Prospek Bisnisnya pun jelas, nilaii ekonomisnya sangat tinggi. Di sektor agrowisata setempat, satu pohon durian produktif bahkan bisa ditawar hingga jutaan rupiah.
” Jangankan hitungan pohon kita hitung saja perkilogramnya dibandrol Rp300 – Rp400 ribu, menjadikan sebagai Raja Buah dipasaran global. Makanya dirinya minta agar bibitnya diperbanyak untuk dibagi ke petani yang mampu membantu pengembangan variditas ini, ” harap
Dirinya optimistis potensi agrowisata durian Donggala ini akan melahirkan ‘sultan baru’ di Donggala melihat kegigihan dua petani tersebut.
” Liat saja dua atau tiga tahun ke depan, Donggala sudah mampu mengekspor durian hasil kebun petani lokal, memperkuat posisi agrowisata durian Donggala di kancah global
Ini berkat usaha dari Pak Wawan Ragil dan Pak Edi kata Vera Laruni diamini yang lainnya.
Melihat potensi besar ini, Pemerintah Kabupaten Donggala berkomitmen memberikan dukungan melalui penyediaan bibit unggul bagi masyarakat. Meskipun dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi anggaran daerah, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur agrowisata durian Donggala.
“Kami tetap menyediakan bantuan bibit berkualitas bagi masyarakat. Walaupun jumlahnya masih terbatas karena efisiensi anggaran, ini merupakan langkah strategis untuk mendorong program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat,” jelas Vera.
Bupati Vera Laruni juga mengajak masyarakat yang memiliki lahan kosong untuk mulai menanam durian unggulan sebagai investasi jangka panjang yang bernilai tinggi. Dia sendiri telah menanam sekitar 100 pohon Musang King dan Black Thorn di kebunnya di Desa Batusuya Tompe, menunjukkan komitmennya terhadap agrowisata durian Donggala ini.
“Saya sendiri juga baru belajar menanam Musang King dan Black Thorn. Saat ini saya sudah menanam sekitar 100 pohon di kebun saya di Desa Batusuya Tompe. Dalam proses perawatannya saya banyak dibantu oleh Pak Wawan Ragil. Saya berharap langkah ini bisa diikuti masyarakat Donggala, minimal dimulai dari pekarangan rumah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Wawan Ragil mengungkapkan hasil panen perdana mulai menunjukkan prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Bahkan, ada penawaran Rp10 juta untuk satu pohon durian, meskipun belum direspons karena pohon masih dalam tahap awal produksi agrowisata durian Donggala ini.
“Baru mulai panen saja sudah ada yang menawar satu pohon durian seharga Rp10 juta. Namun saya belum merespons karena pohon-pohon ini masih dalam tahap awal produksi. Siapa tahu panen berikutnya hasilnya jauh lebih besar,” ungkap Wawan Ragil.
Hal senada disampaikan Edi, yang juga mengelola sekitar 700 pohon durian. Beberapa pohonnya telah berusia tiga tahun dan memasuki masa produktif, dengan panen besar yang dijadwalkan pada bulan Juli mendatang. Hasil yang ada saat ini sudah cukup memenuhi kebutuhan pasar lokal di sekitar Donggala, mendukung geliat agrowisata durian Donggala.
“Panen besar dijadwalkan pada bulan Juli mendatang. Saat ini hasil yang ada sudah cukup memenuhi kebutuhan pasar lokal di se Sulteng.” tutur Edi. ***











