SIGI, PIJARSULTENG. ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mempercepat pemulihan pascabencana kembali ditunjukkan melalui berbagai langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, proses pemulihan tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada upaya memulihkan harapan dan kehidupan warga yang terdampak bencana di wilayah Noki dan Palolo.
Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa keselamatan masyarakat serta hak setiap warga untuk memperoleh kehidupan yang layak merupakan prioritas utama pemerintah daerah yang tidak dapat ditawar.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan, tempat tinggal yang layak, serta dukungan agar dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” tegas Bupati.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) , Anwar Hafid, yang memberikan pujian atas kepemimpinan dan keseriusan Bupati Sigi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Berkat lobi dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat (Pempus) , Kabupaten Sigi berhasil memperoleh dukungan berupa jaminan pasokan logistik serta program ketahanan pangan dari kementerian terkait bagi warga terdampak bencana.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara di Desa Kamarora, Kecamatan Nokolalaki, pada Rabu (24/6/2026).
Program ini menjadi langkah awal dalam menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Pembangunan hunian sementara ini menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Setiap pondasi yang dibangun mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan warga dapat bangkit menuju kehidupan yang lebih baik.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat, Kabupaten Sigi terus bergerak menuju pemulihan yang menyeluruh. Harapannya, seluruh warga terdampak dapat kembali menatap masa depan dengan optimisme, hidup lebih aman, sejahtera, dan bermartabat.***












