Apel yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah ini diikuti ribuan ASN dari seluruh perangkat daerah. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Provinsi Novalina, serta jajaran pejabat struktural dan fungsional.
Anwar Hafid menekankan pentingnya kembali memahami nilai dasar ASN melalui Panca Prasetya KORPRI dan sumpah jabatan. Menurutnya, reformasi birokrasi tidak akan berjalan tanpa integritas dan kesadaran moral aparatur.
“Sumpah jabatan itu bukan formalitas. Itu komitmen yang harus tercermin dalam kinerja sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyebut, tahun 2026 menjadi momentum penyatuan langkah seluruh ASN dalam mendukung target pembangunan daerah. Kepala dinas hingga staf diminta bekerja sebagai satu tim, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Untuk menopang percepatan kerja birokrasi, Pemprov Sulteng telah mengoperasikan Command Center sebagai pusat kendali pelayanan publik. Sistem ini memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
“Respons terhadap laporan masyarakat akan menjadi bagian dari evaluasi kinerja ASN,” tegas Anwar Hafid.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan pentingnya pemahaman dan implementasi program unggulan daerah, yakni 9 Berani. Program ini menjadi arah kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh ASN.
“Ini bukan slogan. ASN adalah motor penggerak keberhasilan 9 Berani,” katanya.
Menutup amanat, Anwar Hafid mengingatkan ASN untuk menjaga sikap, etika, dan disiplin, baik di kantor maupun di tengah masyarakat, sebagai wujud nyata reformasi birokrasi yang berorientasi pelayanan.***









