PALU. PIJARSULTENG. ID— Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan dari Bank Indonesia yang diwakili oleh Glenn Nathaniel Pandelaki, S.Mn, M.Fin. selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah bersama rombongan.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos, M.M, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin, salah satunya melalui kegiatan pemutaran film yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Ke depan, Bank Indonesia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi edukatif lainnya yang menjangkau lebih luas masyarakat.
“Kami melihat kolaborasi yang telah berjalan selama ini sangat baik, seperti kegiatan edukasi melalui pemutaran film dan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Harapan kami, ke depan dapat dikembangkan lagi bentuk-bentuk kolaborasi lainnya,” ujar Glenn yang juga menjadi orang nomor 2 di Perwakilan BI Sulteng.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap sinergi yang telah terbangun antara kedua instansi.
“Kami sangat senang dengan kerja sama yang telah terjalin. BKKBN siap mendukung penguatan kolaborasi ini, apalagi kami memiliki penyuluh keluarga berencana yang tersebar di setiap kecamatan dengan jumlah lebih dari 500an orang yang dapat menjadi ujung tombak edukasi di masyarakat,” ungkap Tenny.
Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan peran laki-laki dalam keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak. Hal ini sejalan dengan program unggulan BKKBN, yaitu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong keterlibatan aktif ayah sebagai role model dalam keluarga. Di tengah perubahan sosial saat ini, di mana perempuan memiliki peran produktif yang semakin besar, kehadiran ayah dalam pengasuhan menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, kedua pihak turut membahas peluang kolaborasi program dengan berbagai komunitas dan instansi, termasuk penguatan peran generasi muda melalui program Generasi Berencana (GenRe). Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga tingkat nasional maupun internasional, mengingat para anggotanya telah dibekali fondasi yang kuat untuk berkontribusi di berbagai bidang.
Lebih lanjut, disepakati bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Bank Indonesia, perlu terus diperkuat melalui pembuatan konten bersama, pertukaran informasi, serta dukungan terhadap berbagai program strategis. Pemanfaatan sumber daya manusia, khususnya alumni dan anggota senior GenRe, juga didorong agar dapat berperan aktif dalam pengembangan program di daerah.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi, meningkatkan peran keluarga dan komunitas, serta mengoptimalkan potensi generasi muda dalam mendukung keberhasilan program pembangunan di Sulawesi Tengah. ***












