PARIMO, PIJARSULTENG.ID, – Suasana khidmat dan ceria menyelimuti Lapangan Toraranga, Parigi, saat puluhan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati area depan Perpustakaan Daerah.Sabtu (1/5/2026).

Meski langit sempat mengguyur bumi dengan hujan, hal itu tak menyurutkan semangat anak-anak untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) melalui ajang Pawai Karnaval.
Kegiatan ini dibuka dan dilepas langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) , Hj. Hestiwati Nanga, yang tampil penuh antusias memberikan dukungan kepada para generasi emas daerah tersebut
Sebanyak 59 kontingen yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Parigi turut ambil bagian dalam pawai ini. Dengan titik start di depan Perpustakaan Toraranga, para peserta melintasi rute menuju Rumah Jabatan (Rujap) Bupati, melewati Dekranasda, dan berakhir di halaman Kantor Dinas Pendidikan.
Selaku salah satu panitia penyelenggara, Ince Susanti menjelaskan bahwa penilaian tahun ini sangat kompetitif dengan menitikberatkan pada keselarasan tema Hardiknas. Berikut adalah rincian bobot penilaian:
Tema Pendidikan Maksimal 30 Poin, Kostum & Atribut Maksimal 25 Poin, Kreativitas 20 Poin, Kekompakan 15 Poin, dan Ketertiban 10 Poin.
Ketiga juri menegaskan bahwa atribut harus sinkron dengan tema yang diangkat.
“Jika mengambil tema petani, maka atributnya harus totalitas sebagai petani. Kekompakan dan ketertiban anak-anak di lapangan juga menjadi tantangan sekaligus poin penting,” ujar salah satu juri di sela kegiatan.
Ditemui sesaat seteleh melepas peserta Hj. Hestiwati Nanga menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap peran guru dan orang tua yang tetap semangat meski cuaca kurang bersahabat.
”Pawai ini bukan sekadar baris-berbaris, melainkan panggung bagi anak-anak kita untuk membangun kepercayaan diri sejak dini. Melalui kostum dan kreativitas yang ditampilkan, kita sedang menanamkan rasa cinta tanah air dan identitas budaya kepada mereka. Saya sangat bangga melihat keceriaan anak-anak hari ini; mereka adalah bukti bahwa semangat pendidikan di Parigi Moutong terus menyala dalam kondisi apa pun.” Ujarnya.
Kehadiran karnaval ini disambut baik oleh para pendidik. Salah satu guru pendamping dari PAUD Parigi Utara, Toboli, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya acara ini.
”Kegiatan ini menjadi pedoman berharga bagi anak didik kami untuk belajar dedikasi dan kekompakan. Selain mengenal keragaman budaya melalui kostum, ini juga menjadi motivasi besar bagi tumbuh kembang mereka ke depan,” pungkasnya.
Pawai berakhir dengan tertib di halaman Dinas Pendidikan, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Parigi yang antusias menonton di sepanjang jalan.***












