Bupati Parimo, Minta Wilayahnya Ditetapkan sebagai Lokus Program SEHATI ke Kemendes dan Pembangunan Daerah Tertingal

iklan

JAKARTA. PIJARSULTENG.ID, – Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase melakukan audiensi resmi di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, menyampaikan usulan agar Kabupaten Parimo  ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI).

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh, Wakil Ketua I DPRD Sayutin Budianto Tongani, Ketua Komisi I Moh. Irfain, Anggota DPRD Faizan Badja, Arnold, Basuki, Yushar, Kepala Dinas Perhubungan Lewis, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ervian Aksa Yoza, serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hairudin.

Audiensi tersebut dilaksanakan di Jakarta, bertempat di ruang rapat Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal. Rabu (23/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa Parigi Moutong memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam yang sangat mendukung tujuan program. Kabupaten ini memiliki garis pantai yang panjang serta jumlah desa dan kelurahan yang banyak, sehingga memungkinkan program SEHATI disinergikan dengan program unggulan daerah yaitu Gerakan Membangun Desa (GERBANG DESA).

“Parigi Moutong merupakan penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah, Potensi perkebunan pun besar durian kita sudah diekspor ke Tiongkok meski masih dalam bentuk beku, kelapa dalam terbesar se-Sulawesi Tengah, serta kakao. Semua ini perlu ditingkatkan,” ujar Bupati.

Sektor perikanan di Teluk Tomini juga disebutkan memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dan masih memerlukan perhatian serta pengembangan guna menarik masuknya investor.

Terkait tantangan wilayah, Kepala Dinas Perhubungan Lewis menjelaskan bahwa wilayah yang terdiri dari kawasan pesisir, dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan menyebabkan aksesibilitas di sejumlah desa dan kecamatan masih terbatas. Kondisi jalan yang belum optimal dan jarak tempuh yang jauh menghambat mobilitas masyarakat, akses pelayanan dasar, serta distribusi hasil bumi.

Menyambut baik usulan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyampaikan apresiasi dan dukungan. “Insya Allah, untuk tahun 2027 Parigi Moutong dapat ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI, didukung pula dengan pengembangan kawasan transmigrasi. Parigi Moutong adalah kabupaten yang terbuka dan sangat diperhitungkan ke depannya,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan melengkapi berkas persyaratan yang diminta agar usulan ini dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *