PALU. PIJARSULTENG. ID, – Kepala Dinas ( Kadis) Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) provinsi Sulteng, Dr H. Akris Fatta Yunus, MM sebagai salah satu narasumber program Berani menerangkan kepada insan pers yang digelar oleh Kominfo Sulteng di Cafe Tanaris, Kamis (10/9/2026) dihadiri 40 insan pers dari media elektronik, media cetak dan. media Online di Kota Palu.
Saat ini Rutilahu capaian penganggarannya 124 unit rumah menyerap anggaran sebesar Rp7,84 miliar. Dengan realisasi yang telah mencapai 124 unit, Program Berani Sejahtera Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)
Sulteng tercatat telah melampaui target Renstra sebesar 24 unit atau sekitar 24 persen. Dari total capaian itu, sebanyak 85 unit rumah dibangun baru, sementara 39 unit lainnya mendapatkan rehabilitasi sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi bangunan penerima manfaat.
Mengapa digenjot Program Berani Sejahtera melalui penanganan Rutilahu di Sulawesi Tengah, agar ada tren penurunan angka kemiskinan sesuai rencana yang telah ditargetkan.
Untuk itu Gubernur Sulteng mengambil kebijakan menurunkan angka kemiskinan itu dengan program Rutilahu agar membantu masyarakat menyiapkan rumah. Ditandai dengan telah melounching prgram Rutilahu hasil kesepakatan Forum RKPD masing – masing kabupaten/kota, agar penganggaran Rutilahu berjalan lancar dibantu sumber dana APBD kabuparlten/Kota, Provinsi dan CSR dimana lebih mengarah bagaimana menurunkan tingkat angka kemiskinan di wilayah Sulteng.
Data BPS Per Maret mencapai 10,46 persen (menurun 0,06 persen poin dibanding September 2025) sementara nasional sebesar capai 8,40 persen.
Saat ini angka kemiskinan itu tersebar di beberapa kabupaten. Dan kabupaten tertinggi angkat kemiskinannya berada di kabupaten Tojouna – una, disusul kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai, Kabbupaten Buol dan Bangkep.
” Gubernur Fokus menurunkan angka kemiskinan dengan fokus utamanya di program Rutilahu yang telah terealisasi dengan melaunching Bedah Rumah tahun 2026 dalam mendukung program berani sejahtera”‘ jelas Akris.
Lanjut Akris dalam mendukung program Rutilahu rumah itu menggunakan dua skema antara lain skema Peningkatan Kualitas Rehab Dibilitas dan Skema Bangun Baru.
” Dibangun betul – betul dari pondasi dibangunkan dengan tipe 36 ukuran 6 x6 anggarannya 80 juta dan ini sudah mulai berjalan tahun ini (2026.red) dan capaian penganggaran rumah tidak layak huni per september sebanyak 124 unit dari target 100 unit, ” jelasnya.
Dalam membantu pembangunan Rumah tidak layak huni itu datanya diambil dari Data Desil 1 – Desil 4 yang saat ini berada di kisaran kurang lebih 80.694 uni rmh/keluarga dari total gambaran data kartu keluarga (KK), dan penganggarannya dibantu dari berbagai alokasi anggaran antara lain APBD kabupaten/kota. APBD Provinsii, APBN dan SCR dari pihak swasta.
Selain itu tahun ini juga tidak hanya berfokus pada angka 98 unit, melainkan menggenjot target besar sebanyak 5.977 unit rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah.
” Bedah Rumah masuk program prioritas dan menyisihkan alokasi dari dana APBD provinsi sulteng itu mencapai 800 -1000 unit rumah. ” jelasnya.
Persyaratannya pun dipermudah bagi yang mendapatkan unit Bedah rumah itu tidak harus memiliki sertifikat, cukup memiliki dokumen SKPT sebab pengusulan itu harus memiliki bukti dari proses pengususulan dan verifikasi, survey, dilanjutkan penyerahan apabila datanya sudah lengkap.
Dalam mendukung program Rutilahu itu telah terpilih 44 lokasi dikawasan kumuh agar angka kemiskinan bisa turun lagi.
” Semoga program ini bisa berjalan sesuai program yang telah direncanakan, ” jelasnya.YUN











