LUTIM.PIJARSULTENG.ID. Guna memutus rantai kemiskinan dan kerentanan sosial secara holistik, Save the Children Indonesia meluncurkan dua inisiatif sekaligus di Kabupaten Luwu Timur (Lutim)l antara lain
Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women) dan Program CORE (Cocoa Resilience and Empowerment). Langkah integratif ini dirancang untuk memperkuat pemenuhan hak anak, tata kelola perlindungan perempuan, sekaligus membangun ketangguhan ekonomi dan ketahanan iklim pada komunitas di wilayah tersebut.

Kegiatan peluncuran ini dibuka secara resmi oleh Kabid PPM Bapperida, di Aula Bapperida, Kabupaten Lutim dan dihadiri oleh puluhan peserta lintas sektor, mulai dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan swasta, hingga jejaring organisasi masyarakat sipil (CSO).
Menjawab Tantangan Nyata di Lapangan
Kondisi di Tana Luwu menuntut adanya intervensi yang tidak biasa. Data menunjukkan, sebanyak 65,29% perempuan di Sulawesi Selatan terbebani oleh pekerjaan domestik yang tidak dibayar serta pekerjaan pertanian bernilai rendah. Di sisi lain, komunitas petani kakao pedesaan juga masih dibayangi oleh kemiskinan struktural akibat rendahnya produktivitas dan terbatasnya akses keuangan.
Kabid PPM Bapperida, A. Yuniati, yang mewakili Bupati Luwu Timur, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran kedua program ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan penguatan kapasitas manusia secara inklusif.

“Kolaborasi multipihak melalui Program ELEVATE dan CORE ini merupakan langkah strategis untuk meruntuhkan tembok ketimpangan gender dan kemiskinan di Luwu Timur. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung dan memastikan perempuan di desa memiliki kemandirian ekonomi, serta anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan terjaga hak-haknya.
Bupati telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk bergerak cepat mengintegrasikan program kerja daerah agar dampak dari inisiatif ini bisa berkelanjutan,” ungkap A. Yuniati.
ELEVATE: Memperkuat Perlindungan dan Kemandirian Perempuan
Program ELEVATE (2026–2029) yang didukung oleh Uni Eropa difokuskan pada 20 desa di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Menyadari bahwa kerentanan terhadap Kekerasan Berbasis Gender (KBG) erat kaitannya dengan ketergantungan finansial, program ini mengintegrasikan sistem respons KBG dengan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Women’s Economic Empowerment).
Hingga November 2029, ELEVATE menargetkan pelatihan ekonomi bagi 300 perempuan, inkubasi bisnis bagi 60 peserta terpilih, peningkatan kapasitas bagi 19 institusi penyedia layanan kasus, serta pembentukan 20 gugus tugas berbasis masyarakat di daerah terpencil. Inisiatif ini digerakkan bersama mitra lokal seperti Forum Pengada Layanan (FPL), LBH APIK, LPP Bone, Perkumpulan Wallacea, dan Sulawesi Cipta Forum.
CORE: Membangun Ketangguhan Komunitas Petani Kakao
Berjalan beriringan, Program CORE yang didukung oleh Mars Impact Fund (MIF) selama tiga tahun, ke depan bakal berfokus membangun ketangguhan masyarakat di daerah pertanian kakao.
Secara nasional, CORE mengintervensi 115 desa di lima provinsi. Namun khusus di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, program ini memfokuskan sasarannya pada 13 desa fokus dan 20 desa klaster.
Melalui pembentukan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA), Program CORE berusaha menyediakan akses keuangan yang inklusif bagi perempuan dan kaum muda untuk membangun literasi keuangan, melakukan diversifikasi pendapatan, serta mengadopsi praktik pertanian cerdas iklim. Lebih dari itu, VSLA dioptimalkan menjadi ruang edukasi pola asuh positif untuk mencegah praktik pekerja anak di sektor komoditas.
Ihawana Mustafa, Senior Manager Agriculture Portofolio Lead dari Save the Children Indonesia menegaskan vitalnya pendekatan berbasis komunitas dan pelibatan aktif lokal dalam model pembangunan ini.
“Kemiskinan struktural dan fragmentasi tata kelola di tingkat lokal sering kali menempatkan anak-anak dan perempuan dalam posisi yang paling rentan. Melalui Program CORE dan ELEVATE, kami tidak membawa solusi dari luar, melainkan memperkuat kapasitas internal desa melalui Rencana Aksi Komunitas (CAP) yang dipimpin secara lokal. Ketika perempuan berdaya secara finansial dan memiliki suara dalam pengambilan keputusan, sebuah ekosistem aman yang melindungi anak-anak dari eksploitasi akan tercipta dengan sendirinya,” ungkap Ihawana Mustafa.
Komitmen Keberlanjutan Pemerintah Daerah
Melalui keterpaduan program, penguatan tata kelola multipihak, serta dukungan dana hibah komunitas berskala kecil untuk solusi kesehatan, nutrisi, dan sanitasi (WASH), program ELEVATE dan CORE diharapkan mampu mencetak “Desa Mandiri” yang tangguh, inklusif, dan siap mengamankan masa depan generasi penerus di Tanah Luwu.***
Catatan untuk Editor:
Tentang Save the Children Indonesia
Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan, setiap hari dan saat krisis, agar anak-anak mendapatkan pemenuhan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan. Pakar kami pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak. Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan. Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di
seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk pemenuhan hak anak—mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama.***












