KRI Pulau Pasoso, Kapal yang Selamat dari Amukan Tsunami Palu

iklan

Terdiam, Butuh Sentuhan Dapat Dijadikan Monumen Sejarah, Pengetahuan dan Pembelajaran.

LAMBUNGNYA kini tampak menua dan bersandar sunyi di Pangkalan TNI AL Watusampu. Namun di balik baja yang mulai kusam itu, tersimpan kisah yang tak akan pernah dilupakan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng),

Kapal Pulau Pasoso bukan sekadar armada milik TNI AL. Ia adalah saksi hidup dari detik-detik paling kelam dalam sejarah Palu.

Pada 28 September 2018, saat perhelatan akbar Palu Nomoni tengah berlangsung dan ribuan warga memadati kawasan Teluk Palu, Kapal Pulau Pasoso diketahui sedang menjalankan tugas operasional di sekitar perairan teluk. Menjelang waktu Magrib, kapal tersebut bergerak kembali menuju pangkalannya di Watusampu.

Tak lama berselang, bumi berguncang dahsyat. Gempa berkekuatan besar memicu tsunami yang menyapu pesisir Teluk Palu dan likuefaksi yang menelan permukiman warga. Dalam hitungan menit, suasana perayaan berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam.

Lebih dari ribuan jiwa menjadi korban. Banyak keluarga kehilangan orang-orang tercinta. Bahkan hingga hari ini, masih ada korban yang tak pernah ditemukan dan seakan hilang ditelan bumi bersama dahsyatnya likuefaksi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

Pulau Pasoso menjadi saksi bisu atas peristiwa memilukan itu. Dari perairan Teluk Palu, kapal ini menyaksikan bagaimana kota yang sebelumnya dipenuhi tawa dan kemeriahan mendadak berubah menjadi lautan air mata. Setelah bencana terjadi, armada ini turut menjadi saksi bisu dan tak berdaya atas kedahsyatan Tsunami, kalaupun saat ini ada raganya yang tersisa seakan menjadi pengingat bagi kita bahwa sesungguhnya kira tak berdaya atasNya

Saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada ( 1/6/26) KRI terlihat itu terdiam di sekotar Dermaga Pangkalan Militer AL Watusampu. Tak lagi membelah ombak seperti dahulu. Namun setiap lekuk lambungnya seakan menyimpan kenangan tentang malam ketika alam menunjukkan kekuatannya, sekaligus tentang semangat kemanusiaan yang lahir di tengah tragedi.

KRI Pulau Pasoso mungkin telah berhenti berlayar. Namun kisahnya akan terus hidup sebagai pengingat bahwa di balik setiap bencana besar, ada saksi-saksi yang menyimpan sejarah, dan ada pengorbanan yang tak boleh dilupakan oleh generasi mendatang. Penulis Nelly Muhriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *