PALU. PIJARSULTENG. ID— Sulawesi Tengah kembali mengukir kebanggaan di panggung nasional. Dua pelajar SMAN 1 Palu, Moh Ratza dan Juan Frandsi Giovani Puluan, dipastikan bertolak ke Bandung, Kamis (6/2/2026), untuk mengikuti Olimpiade Kimia ITB Tingkat Nasional (OKTAN) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 7 -9 Pebruari 2026.
Keberangkatan Ratza dan Juan bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan misi prestasi yang membawa nama Sulawesi Tengah bersaing dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia. Ajang OKTAN ITB dikenal sebagai salah satu kompetisi kimia paling bergengsi di Tanah Air, yang menguji ketajaman nalar, penguasaan konsep, serta mental juara.
Kedua pelajar berprestasi ini telah melalui seleksi ketat dan pembinaan intensif, membuktikan bahwa talenta sains dari daerah mampu bersaing di level nasional. SMAN 1 Palu kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi ilmuwan muda Sulawesi Tengah.
Menurut orang tua Moh Ratza, sebelum keberangkatan, Ratza dan Juan telah menghadap Gubernur Sulawesi Tengah, Dr Anwar Hafid, dan mendapatkan dukungan serta motivasi untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.
Namun demikian, biaya keberangkatan ke Bandung hingga saat ini masih sepenuhnya ditanggung dari hasil tabungan orang tua.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah bertemu Pak Gubernur dan mendapat support. Namun untuk keberangkatan ke ITB, sejauh ini masih dari tabungan kami sebagai orang tua,” ujar orang tua Ratza.
Kondisi tersebut menjadi perhatian publik, mengingat kedua pelajar ini tengah membawa nama baik Sulawesi Tengah di forum ilmiah nasional. Mereka dinilai masih membutuhkan sentuhan dan dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi, khususnya Gubernur Sulawesi Tengah Dr Anwar Hafid, agar perjuangan akademik yang mengharumkan daerah tidak terhambat oleh keterbatasan biaya.
Dengan segala keterbatasan, Ratza dan Juan tetap berangkat membawa doa, harapan, serta kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah. OKTAN ITB 2026 kini menjadi panggung pembuktian, sekaligus momentum bahwa kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah sangat berarti bagi masa depan generasi emas Sulteng***.










