Pemkab Parimo Gelar Serah Terima Hasil Pekerjaan Pembangun Tangki TPS3R

iklan

PARIMO. PIJARSULTENG.ID, -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menggelar kegiatan serah terima hasil pekerjaan pembangunan Tangki Septik Skala Individual dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Senin (23/2/2026), di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab dalam mendorong percepatan pembangunan sanitasi permukiman dan pengelolaan persampahan berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang mewakili Bupati Parigi Moutong, mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembukaan acara.

“Atas nama Bupati Parigi Moutong, kami menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak dapat hadir langsung. Pada waktu yang sama, Bupati menerima tamu dari pihak Danrem 132/Tadulako sehingga menugaskan kami untuk mewakili dalam kegiatan ini,” ujar Adrudin.

Dalam kesempatan itu, Adrudin Nur menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, kelompok swadaya masyarakat (KSM), tenaga fasilitator lapangan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Pekerjaan ini dapat dirampungkan tepat waktu dan sesuai standar teknis yang dipersyaratkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tangki septik skala individual dan TPS3R merupakan bagian dari kebijakan kepala daerah melalui implementasi strategi sanitasi kabupaten, khususnya dalam pengelolaan air limbah domestik dan persampahan.

“Khusus pembangunan TPS3R yang telah kita selesaikan hari ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, TPS3R bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang membutuhkan komitmen, kedisiplinan, serta manajemen yang baik agar dapat berjalan optimal.

Karena itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup akan memastikan terselenggaranya pembinaan dan pendampingan lanjutan bagi kelompok pengelola TPS3R.

“Pendampingan ini mencakup pelatihan teknis operasional seperti pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomi, hingga pengoperasian sarana dan peralatan yang tersedia di TPS3R,” jelasnya.

Selain aspek teknis, penguatan kapasitas manajemen juga menjadi perhatian, termasuk kemampuan administrasi, pencatatan volume sampah, pengelolaan iuran, serta penyusunan laporan kegiatan agar operasional berjalan transparan dan akuntabel.

Adrudin juga mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan operasional TPS3R melalui perubahan perilaku, terutama membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Tanpa partisipasi aktif masyarakat, fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit ini tidak akan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab berharap TPS3R tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.

“Setiap aset yang telah diserahterimakan menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dirawat. Pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan fungsi dan kualitas hasil pekerjaan ini,” pungkas Adrudin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres M. Tonggitoh, Wakil Ketua Komisi III, Faisan Lelo Badja, para penerima manfaat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta jajaran pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap apa yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerakan pembangunan desa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *