Setelah 24 Tahun Berdiri, Bupati Erwin Burase Kunjungi Mahasiswa Parimo di Gorontalo

iklan

GORONTALO. PIJARSULTENG. ID, – Setelah 24 tahun Kabupaten Parigi Moutong berdiri, untuk pertama kalinya seorang bupati, Erwin Burase, hadir langsung di Gorontalo untuk menemui mahasiswa Parigi Moutong di tanah perantauan.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 ini menjadi momentum bersejarah sekaligus membawa harapan baru bagi generasi muda daerah.

Kehadiran bupati tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga dirangkaikan dengan peninjauan lokasi yang direncanakan sebagai asrama permanen bagi mahasiswa asal Parigi Moutong.

Rencana tersebut disambut positif karena dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan mendasar mahasiswa yang selama ini belum terpenuhi.
Antusiasme terlihat jelas dari mahasiswa yang menyambut langsung kedatangan rombongan pemerintah daerah.

Selama lebih dari dua dekade, mahasiswa Parigi Moutong yang menempuh pendidikan di Gorontalo harus menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait tempat tinggal yang layak dan representatif.

Ketua Umum KPMIPM Gorontalo, Satrio, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap mahasiswa di perantauan.

“Selama 24 tahun Parigi Moutong berdiri, baru kali ini ada bupati yang datang langsung ke Gorontalo menemui mahasiswa dan meninjau calon asrama permanen.

Ini adalah langkah besar dan patut diapresiasi, karena menunjukkan bahwa pemerintah mulai hadir secara nyata di tengah-tengah mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Satrio, kehadiran langsung seorang pemimpin di tengah mahasiswa bukan sekadar agenda seremonial. Ia menilai kunjungan ini sebagai langkah progresif yang mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia daerah.
“Kami melihat ini sebagai arah baru kepemimpinan.

Ketika pemimpin turun langsung, mendengar, dan melihat kondisi mahasiswa, maka di situlah harapan itu tumbuh. Ini adalah awal dari perubahan yang selama ini kami nantikan,” lanjutnya.

Mahasiswa juga menilai bahwa rencana pembangunan asrama permanen bukan hanya soal penyediaan infrastruktur fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Parigi Moutong.

Asrama tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan, pengembangan intelektual, serta wadah lahirnya generasi muda yang siap kembali dan berkontribusi bagi daerah.

Selain itu, kunjungan ini dipandang sebagai upaya untuk memutus keterlambatan panjang dalam pemenuhan kebutuhan mahasiswa di luar daerah.

Di bawah kepemimpinan saat ini, mahasiswa melihat adanya keberanian untuk memulai langkah nyata yang sebelumnya belum pernah terealisasi.

Meski memberikan apresiasi, mahasiswa tetap menegaskan perannya sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal rencana pembangunan asrama agar tidak berhenti pada tahap wacana semata.

“Kami mengapresiasi langkah ini, dan kami juga akan terus mengawal agar rencana pembangunan asrama permanen ini benar-benar diwujudkan. Karena ini bukan hanya tentang kebutuhan mahasiswa hari ini, tetapi tentang masa depan Parigi Moutong,” tegas Satrio.

Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi catatan sejarah baru bagi Parigi Moutong, tetapi juga menandai arah perubahan dalam kepemimpinan daerah yang dinilai lebih responsif dan berpihak pada generasi muda.

Harapan pun menguat bahwa langkah ini akan menjadi awal dari berbagai kebijakan strategis lainnya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan semangat baru yang dibawa dari kunjungan ini, mahasiswa Parigi Moutong di Gorontalo kini memiliki optimisme bahwa pemerintah daerah semakin hadir dan peduli terhadap masa depan mereka. Momentum ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya perubahan nyata yang selama ini dinantikan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed