PALU. PIJARSULTENG. ID, – Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu menggelar kegiatan sunatan massal di Kota Palu pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan sosial yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga yang diinisiasi oleh WIA.

Pihak pelaksana kegiatan, Sakinah Alhabsyi, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan organisasi untuk menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Melatar belakangnya, kami kan di area itu ada program sosial. Program sosial itu, kami berpikir sosial itu lebih tersentuh dengan sunatan massal. Untuk orang-orang, anak-anak yang betul-betul memerlukan dan membutuhkan,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Rabu (20/5/2026).
Sakinah menuturkan, melalui kolaborasi ini, pihaknya dapat membantu meringankan beban biaya khitan (sunat) bagi masyarakat, khususnya kelangan yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Terutama anak-anak yang orangtuanya berkurangan. Alhamdulillah tercover,” katanya.
Pada tahun ini, WIA Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan sebanyak 100 anak dapat berpartisipasi. Hingga kegiatan berlangsung, jumlah peserta yang terdata telah mencapai sekitar 80 anak dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Kebetulan WIA provinsi sudah ketiga kalinya mengadakan ini,” ungkap Sakinah.
“Nah, kebetulan kami berhubungan dengan Ibu Sekot, dan menyampaikan kebetulan disini ada program sunatan massal, kami targetkan hari ini 100 anak. Dan terdapat di angkaan itu sementara ini 80,” lanjutnya.
Menurut Sakinah, arus pendaftaran peserta terus mengalir setelah informasi mengenai kegiatan sosial ini tersebar luas di jejaring media sosial dan aplikasi pesan digital.
“Iya, akan bertambah karena ada yang sudah melihat di medsos, ada yang sudah saling WA. Mereka pada hari ini mengantar anak-anak mereka untuk disunat. Nah, itulah tujuan kami,” paparnya.
Guna mendukung kelancaran proses khitanan, Dinas Kesehatan Kota Palu menerjunkan belasan tenaga medis yang berasal dari tiga puskesmas di wilayah setempat.
“Yang diturunkan oleh Dinas Kesehatan Kota itu 3 puskesmas. Satu puskesmas, 5 orang. Jadi, timnya 17-18 orang,” jelas Sakinah.
Ia menambahkan, masyarakat memberikan respons yang sangat baik terhadap agenda ini. Berdasarkan jalannya proses khitan, tim medis menilai anak-anak yang berusia lebih muda cenderung lebih mudah ditangani dibandingkan dengan peserta yang usianya sudah lebih besar.
Di akhir wawancara, Sakinah menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah mendukung dengan penuh terlaksananya kegiatan sunat massal tersebut termasuk yang memberikan sumbangan***












