PALU.PIJARSULTENG.ID– Di kunjungan kerja (Kunker) hari ke dua di Sulawesi Tengah (Sulteng) Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, bertandang di dusun Selena Kelurahan Buluri Kecamata Ulujadi Kota Palu, yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) Selasa (29/9/2026).

Dusun Selena ini berada di kawasan pegunungan ini memiliki tantangan tersendiri terkait aksesibilitas dan pemenuhan gizi keluarga.

Untuk menjangkau rumah-rumah warga berisiko stunting, rombongan Wamen harus menerjang medan jalan menanjak sejauh 5 hingga 8 kilometer dari jalan utama Jl Malonda.

Menggunakan mobil bernomor polisi RI 25, pendamping Menteri Wihaji itu tiba di lokasi dengan didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nuryamin beserta rombongan.
Dalam kunker Wamen ini juga dikawal langsung oleh pihak Pemerintah Kota Palu melalui Kadis P2KB Palu, Ridwan Mustafa dan Lurah Buluri.
Kali ini Mantan Wartawan Televisi Nasional ini, untuk melihat lebih dekat kondisi di daerah tersebut dirinya mendatangi satu persatu lokasi sasaran keluarga berisiko Stunting (KRS) mulai dari. ibu hamil hingga anak balita.
Sambil menyerahkan bantuan untuk Tiga keluarga penerima manfaat tersebut masing-masing Mary (22), Kamini (40), dan Nur Akila Azzahra (24).
Ia juga mengingatkan warga menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.
“Supaya nantinya mereka bisa melakukan buang air besar dengan baik, tidak sembarangan, kemudian juga bisa melakukan kegiatan bersih-bersih sesuai dengan standar kesehatan,” ujar Isyana yang mengenakan Bando putih, wanita kelahiran 1980.
Selain meninjau pembangunan sanitasi, Isyana juga berdialog dengan salah satu penerima manfaat, Mary, yang tengah mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan sedang dalam masa kehamilan. Isyana meminta Mary meningkatkan asupan makanan untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
“Lebih banyak lagi makan supaya nantinya bisa makin sehat,” katanya.
Isyana menjelaskan, kondisi KEK pada ibu hamil salah satunya dapat diketahui melalui pengukuran lingkar lengan atas. Karena itu, pemantauan kesehatan ibu hamil oleh tenaga kesehatan dan kader perlu terus dilakukan. NIA











