PALU. PIJARSULTENG.ID,-.Menuju Era Digital semua pelayanan untuk Rumah Sakit ( RS) di Nusantara ini (Indonesia) perlu menggunakan pelayanan Sistem informasi Manajemen RS (SIMRS).
Saat ini di Indonesia RS yang telah memiliki SIMRS fungsional sekitar 1.257 dari 2.588 RS. Sementara itu, RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pun sudah memiliki SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (SIMGos) dari Kementerian Kesehatan RI.
“Penerapan sistem RME tersebut diharapkan sejalan dengan keinginannya masyarakat sehingga sistem digitalisasi salah satu target kita, supaya semua peralatan di RSUD Undata sudah berbasis digital RME agar tercipta suasana tranparansi dan aksesibilitas kepada semua masyarakat luas dan itu sudah menjadi harapan kita bersama. Jadi jangan ragu semua pelayan di tempat ini sudah berbasis digital meskipun belum maksimal dan masih Hybrid, ” Imbuh dr Syahriar, M. Kes, Plt Dirut RS Undata, saat ditemui di RS Undata didampingi Kabid Rekam Medik dan Informasi RSUD Undata, Santi Darmiati, SST., MPH. Selasa (13/1/2025)

kata Syahriar lagi dalam penerapan digitalisasi RME belum berjalan sesuai dengan harapan sebab masih ada kendala kerap kali terjadi error pada sistem jaringan sehingga pihak RSUD Undata bakal entry data pasien ke dalam RME sambil menanti jaringan normal kembali. Penyiapan jaringan untuk RME tersebut disiapkan oleh dinas Kominfo.
“Kendala saat ini di sistem elektroniknya. Memang barkotnya sudah finish namun ketika discan kelihatan belum valid. Makanya kita minta jaringan server tersendiri dari pihak Kominfo agar bisa terpenuhi meskipun dari Kominfo telah menyiapkan 2000 bandwidth (BW), kita juga tetap berkolaborasi dengan dua vendor yakni Telkom dan Indosat agar bisa mengcover manakala ada hambatan dari Kominfo, sehingga diharapkan RSUD Undata sudah dibackup jikalau jaringan tengah down, ” harapnya.
Kata Syahrial saat ini masih tahap penyiapan, menuju ke kesiapan digitalisasi RME 100 persen hal ini sebagai wujud peningkatan efisiensi, akurasi, dan kenyamanan pasien, yang secara umum termasuk dalam kategori SIMRS dan inisiatif “Smart Hospital”.
” Penyiapan server itu adanya di Komimfo namun tetap juga melakukan kerjasama dengan vendor lain seperti. Indosat dan Tellkom agar bisa saling bersinergi manakala kominfo down. Ini hanya jaga – jaga agar pelayanan tetap berjalan sesuai presedur yang telah dijalankan, ” Jelas Syahriiar
Dalam hal ini, Kepala Bidang Rekam medik dan. Informasi Kepala Bidang IT center, Admin unit Rawat Jalan, Perawat, dan programmer perlu saling mendukung.
Pelayanan RME itu juga perlu kesiapan sumber daya manusia (SDM), budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, dan infrastruktur agar sudah siap dalam penerapan RME .
” Pelayanan infrastruktur belum cukup siap dalam penerapan RME di RSUD Undata. Nantinya tenaga medis bisa mengikuti pelatihan dan sosialisasi terkait RME secara seksama, mematuhi SOP, membuat sistem reward & punishment agar SDM patuh terhadap SOP, serta penambahan RME kedalam Renstra di RSUD Undata. ” papar dr Syahriar
Berikut adalah beberapa bentuk pelayanan digital yang umum dilakukan:
1. Rekam Medis Elektronik (RME)
Ini adalah salah satu pilar utama digitalisasi, di mana data medis pasien (catatan dokter, resep, hasil laboratorium, riwayat pengobatan) disimpan dan dikelola secara digital. Manfaatnya meliputi:
Akses mudah dan cepat: Tenaga medis dapat mengakses riwayat kesehatan pasien dengan cepat dari berbagai lokasi yang berwenang.
Mengurangi kesalahan: Mengeliminasi masalah tulisan tangan yang tidak terbaca dan kesalahan pencatatan manual.
Integrasi data: Memungkinkan data pasien terhubung antar unit layanan, bahkan terintegrasi dengan platform nasional seperti SatuSehat dari Kementerian Kesehatan.
2. Pendaftaran dan Antrian Online
Pasien dapat melakukan pendaftaran rawat jalan secara mandiri melalui aplikasi mobile atau situs web rumah sakit, memilih dokter, dan mengetahui jadwal praktik serta nomor antrian tanpa harus datang fisik dan mengantri lama.
3. Telemedicine (Telekonsultasi)
Layanan ini memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter secara jarak jauh menggunakan teknologi video call atau chat. Ini sangat membantu bagi pasien di daerah terpencil atau dengan keterbatasan mobilitas.
4. Manajemen Obat dan Apotek Digital
Sistem digital membantu pengelolaan stok obat, penulisan resep elektronik, dan mempermudah proses pengambilan obat di apotek rumah sakit.
5. Informasi Ketersediaan Fasilitas
Pasien atau keluarga dapat mengecek informasi real-time mengenai ketersediaan kamar rawat inap atau jadwal operasi melalui aplikasi atau website resmi rumah sakit.
6. Integrasi Pembayaran dan Klaim Asuransi
Sistem digital memfasilitasi proses billing dan pengajuan klaim asuransi atau BPJS Kesehatan secara lebih cepat dan efisien, mengurangi birokrasi manual.
7. Pemantauan Kesehatan Jarak Jauh (IoT & Wearable Devices)
“Beberapa rumah sakit mulai mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) dan perangkat yang dapat dikenakan (wearable devices) untuk memantau kondisi kesehatan pasien secara berkelanjutan, seperti detak jantung, tekanan darah, dan pola tidur, dengan data yang terkirim langsung ke sistem medis, ” Paparnya.
Sementara Santi Darmiati, SST., MPH mengatakan terkait Sim RME di RSUD Undata progressnya sementara berjalan sesuai dengan Visi Misi Gubernur ” Berani Sehat” melalui peningkatan pelayanan dengan menyiapkan 3 bentuk pelayanan antara lain
Satu, cara Onsite bagi pendaftar baru yang kadang belum memili handphone android
Kedua, cara Mobile JKN ini bisa mendaftar dari rumah atau radius 200 m dari lokasi RS.
Ketiga, cara mandiri dengan menggunakan surat kontrol APM anjungan pendaftar mandiri.
” Memang kita sementara berporses. Khusus rekam medik pada pelayanan poli rawat jalan sudah berjalan 90 persen. Artinya sudah tidak lagi menggunakan kertas, pasien cukup mendaftar langsung ke poli saja duduk sambil berjalan juga e -Resep sehingga pasien sudah tidak menunggu lama di apotik, ” Jelas Santi yang biasa disapa. YUN









