PALU. PIJARSULTENG.ID, BKKBN Provinsi gelar pelatihan Vokasi Nasional Tailor Made Training (TMT) Batch 2 Program Pelatihan Pembuatan Craft dengan Teknik Rajut, ya
11 September 2026 “Kami lansia merasa diperhatikan dan diberdayakan.” Ungkapan tersebut disampaikan Salma, salah satu peserta Pelatihan Vokasi Nasional Tailor Made Training (TMT) Batch 2 Program Pelatihan Pembuatan Craft dengan Teknik Rajut, yang diikuti 32 lansia dari Sekolah Lansia Maroso, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat (11/9/2026).

Pelatihan tersebut, lanjut Salma, bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi menjadi pengalaman yang memberikan semangat baru. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga para lansia tetap memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas, dan merasa dihargai serta diberdayakan.
Pelatihan berlangsung sepuluh hari, 1–11 September 2026, ditutup Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
TMT Batch II merupakan kolaborasi Perwakilan BKKBN Sulteng dengan BBPVP Makassar yang pelatihannya dilaksanakan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (SPPVP) Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, belajar keterampilan baru, sekaligus mengembangkan potensi diri.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang proses pelatihan, meskipun pada awalnya sebagian peserta menghadapi tantangan seperti tangan yang kaku dan penglihatan yang mulai berkurang. Instruktur SPPVP Palu, Amina, mengaku sempat melihat adanya kesulitan ketika peserta pertama kali mengikuti praktik. Namun, setelah terbiasa dan terus berlatih, kemampuan para peserta berkembang dengan cepat. Ia bahkan mengaku kagum melihat semangat para lansia
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan penyelesaian pelatihan, para peserta juga menerima sertifikat pelatihan yang diserahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., bersama Koordinator SPPVP Palu, Sulawesi Tengah, Arfiani, S.Pd., M.A.P.
Nuryamin mengapresiasi antusiasme para peserta dan menilai kegiatan pemberdayaan seperti ini penting untuk menjaga lansia tetap aktif di usia lanjut, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperkuat interaksi sosial. Ia berharap kolaborasi dengan BBPVP Makassar dan SPPVP Palu dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak lansia di Sulawesi Tengah yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan Lansia Entrepreneur.
Hal senada disampaikan Arfiani. Ia mengaku tergerak melihat semangat para peserta dan menyatakan keterbukaan SPPVP Palu untuk melanjutkan kolaborasi bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah. Jika kerja sama kembali dilaksanakan, pihaknya siap memfasilitasi hingga dua kelas pelatihan berikutnya. Henn/BkkbnProvSulteng
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).









