PALU.PIJARSULTENG.ID – Gardu Prodeo resmi berganti ketua kepengurusan. Angri Juliansyah menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Eka Fahri untuk periode 2026-2030. Serah terima jabatan ini diputuskan melalui musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan di sebuah kafe di Jalan Wahidin Sudirohusodo, pada Senin, 5 Januari 2026.
Selama masa kepemimpinannya, H. Angri Juliansyah – yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan bank BUMN di Palu – berhasil membawa Gardu Prodeo menjdi gardu yang diperhitungkan. Tim yang berbasis di Kelurahan Poboya ini pernah meraih posisi runner-up pada turnamen domino zona timur. Di bawah komandonya, aktivitas gardu berjalan dinamis dengan kehadiran rutin anggota di berbagai turnamen besar di Kota Palu.
Sementara itu, Ketua baru, Eka Fahri, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan prestasi pendahulunya. “Dengan materi pemain yang ada saat ini, saya optimistis Gardu Prodeo bisa berbicara lebih banyak di setiap kejuaraan di Palu,” ujarnya.
Ia juga menekankan perbaikan strategi pemilihan pemain. “Kami akan mengupayakan hanya menurunkan pemain yang benar-benar siap menang, bukan sekadar ikut bermain,” tambah Eka. Dalam musyawarah yang sama, pembina Gardu Prodeo, Harun Maharu SH, mengumumkan perubahan nama gardu menjadi Prodeo Nosarara.
Perubahan ini murni untuk mengakomodasi aspirasi peserta musyawarah tanpa maksud khusus lainnya. Harun mengapresiasi proses regenerasi yang berjalan lancar, sebagai bukti sistem pembinaan dan pengembangan atlet berfungsi baik. Ia menantang ketua baru untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan, capaian sebelumnya melalui komitmen dan disiplin anggota.
Di sisi lain, Harun menyambut gembira tingginya animo masyarakat terhadap turnamen domino saat ini. Kehadiran peserta dari luar kota dan antusiasme penonton menunjukkan potensi besar olahraga ini untuk diakui secara resmi di tingkat nasional.***












