PALU.PIJARSULTENG.ID- Semangat para lanjut usia di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencuri perhatian Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido. Bukan hanya karena tetap aktif mengikuti senam dan bernyanyi, tetapi juga karena penampilan penuh percaya diri dengan pakaian olahraga, sepatu merah dan kuning, serta pesan inspiratif yang terpampang di dada: “Depresi No, Kreatif Yes”.

Reny menilai penampilan para lansia tersebut menjadi gambaran bahwa bertambahnya usia tidak harus membatasi seseorang untuk tetap bergerak, berkarya, dan menikmati kehidupan secara produktif.
“Saya lihat ibu-ibu masih bisa pakai training sport, sepatu warna merah, warna kuning. Berarti ibu-ibu ini masih produktif dan masih cantik-cantik semua. Di dadanya tertulis Depresi No, Kreatif Yes,” ujar Reny saat menghadiri kegiatan Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (Sidaya) dan Ayah Wajib Hadir di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis (25/6/2026)
Menurut Reny, pesan sederhana yang dikenakan para lansia tersebut memiliki makna penting. Lansia perlu mendapatkan ruang untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental.
“Jangan karena usia bertambah kemudian merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Lansia tetap harus memiliki kegiatan, tetap kreatif, dan tetap merasa menjadi bagian penting dalam keluarga dan lingkungan,” katanya.
Reny mengapresiasi keberadaan Sekolah Lansia yang menjadi wadah bagi masyarakat lanjut usia untuk tetap belajar dan menjalani masa tua dengan bahagia. Menurutnya, memasuki masa lansia membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kesiapan mental.
“Kalau seseorang berhenti bekerja lalu hanya tinggal di rumah tanpa aktivitas, bisa membuat seseorang merasa jenuh bahkan stres. Karena itu kita harus mempersiapkan lansia agar tetap aktif dan mandiri,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin mengatakan Sekolah Lansia akan terus diperluas hingga tingkat kecamatan. Targetnya, setiap kecamatan memiliki minimal satu Sekolah Lansia sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi para lanjut usia.
“Sekolah Lansia ini kita kemas sebagai sekolah bahagia. Lansia bukan hanya dijaga kesehatannya, tetapi juga diberikan ruang untuk bertumbuh, berkegiatan, dan tetap produktif di masa tuanya,” katanya.
Kegiatan Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (Sidaya) tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 dan Hari Keluarga Nasional ke-33.
Kegiatan diisi dengan Senam bersama lansia dari sekolah lansia maroso dan, pemeriksaan kesehatan dari puskesmas birobuli, Baznas, TP PKK Sulteng, , kegiatan bersama ayah :morning duty challenge, penyuluhan/edukasi, gelar dagang UPPKA, donor darah dari RSUD Anutapura Palu. Pemeriksaan mata dari SMEC,
Kegiatan tersebut turut dihadiri u staf ahli kesehatan TP PKK Sulteng, Hasiati Ponulele, Kepala Dinas P2KB Sulteng, Kadis P2KB Buol, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia, Gerakan Ayah Teladan Indonesia Sulawesi Tengah, Komunitas Lingkar Ayah Sulawesi Tengah. Lannyolla











