PALU-PIJARSULTENG.ID – Warga Tanjung Sari Kelurahan Karaton – Luwuk, gerah dengan berbagai komentar pemberitaan di media yang memperkeruh suasana dan cenderung memprovokasi warga. Penilaian itu disampaikan oleh Indra Djano warga Tanjung Bunga kepada wartawan melalui rilis yang diterima oleh media ini, Selasa 13 Oktober 2026, menanggapi seliweran pemberitaan yang menyudutkan posisi mereka.
Indra menegaskan bahwa masyarakat Tanjung Sari tidak pernah menagih janji politik Gubernur Sulawesi Tengah. Menurut dia, warga memahami bahwa penyelesaian persoalan hak-hak mereka harus mempertimbangkan regulasi yang berlaku.
“Perlu disampaikan bahwa kami masyarakat Tanjung tidak pernah menagih janji politik Pak Gubernur. Kami memahami ada regulasi yang tidak bisa diabaikan,” kata Indra. Masyarakat yang selama ini aktif memperjuangkan hak-hak warga Tanjung Sari menurut dia, merupakan pihak yang paling memahami langkah dan sikap warga ke depan.
Karena itu, Indra mengingatkan agar pandangan mengenai perjuangan warga tidak disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam perjuangan tersebut, terlebih mereka yang mendukung pelaksanaan eksekusi.
Ia menambahkan, selama ini ada aktor-aktor di luar masyarakat Tanjung Sari mengatasnamakan warga melakukan pernyataan secara serampangan di media. Padahal menurut dia, sikap dan langkah masyarakat Tanjung Sari terkait perjuangan hak-hak mereka seharusnya merujuk pada suara warga yang benar-benar terdampak dan selama ini memperjuangkannya. Bukan oleh pihak di luar warga Tanjung Sari.
Secara tegas ia menegaskan, sikap masyarakat Tanjung Sari tidak semestinya diwakili oleh pihak luar yang hanya mengatasnamakan warga. ‘’Saat ini ada orang yang selalu mengatasnamakan warga, membuat pernyataan yang tidak sejalan dengan kepentingan kami di sini,’’ tulis Indra dalam rilisnya.
Samsudin warga Tanjung Sari lainnya juga mengutuk pemberitaan media yang terus menerus menyudutkan mereka. Samsudin menilai, pernyataan pihak-pihak tersebut dilakukan untuk memprovokasi warga agar berhadap-hadapan dengan Pemerintah Provinsi demi tujuan dan kepentingan tertentu. Karena itu, ia menyayangkan media yang terus menerus membuat berita provokatif, tendensius dan tidak berpihak pada kepentingan warga di Tanjung Sari.
Pada kesempatan itu, ia bersama warga juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang telah menerima serta membantu perjuangan masyarakat Tanjung Sari.
Ia kembali menekankan, pernyataan-pernyataan liar yang tidak bertanggungjawab perlu diluruskan menyusul pemberitaan di media yang memuat pernyataan seseorang yang mengatasnamakan masyarakat Tanjung Sari dan menyebut warga menagih janji politik gubernur.
Sekaligus mengingatkan kepada warga Tanjung Sari tidak terpengaruh dengan pernyataan-pernyataan liar di media, yang bertujuan untuk melemahkan perjuangan mereka selama belasan tahun. “Kami masyarakat Tanjung tidak pernah menagih-nagih janji politik Pak Gubernur seperti yang disampaikan seseorang yang mengatasnamakan masyarakat Tanjung di salah satu media,” tegasnya. ***











